Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Senin, 03 Mei 2010

Apa Itu Musik Dan Sejarahnya ?

Senin, 03 Mei 2010
Musik adalah bentuk seni yang mediumnya baik. Elemen biasa musik adalah pola titinada (yang memerintah lagu dan keselarasan), irama (dan tempo konsepnya yang dihubungkan, meteran, dan artikulasi), tenaga gerak, dan kualitas sonik warna nada dan tekstur. Kata mendapat dari orang Yunani (mousike),”(seni) Merenungkan”. Dia merenung. [1] Ciptaan, perbuatan, arti, dan malah definisi musik berubah-ubah menurut kebudayaan dan konteks sosial. Musik bervariasi dari dengan keras organized susunan (dan rekreasi mereka di perbuatan), lewat improvisational musik ke aleatoric bentuk. Musik bisa dipisahkan ke dalam gaya dan sub-gaya, walaupun garis dan hubungan membagi antara gaya musik sering halus, kadang-kadang terbuka sampai interpretasi perseorangan, dan sekali-sekali kontroversial. Dalam “sastra”, musik mungkin digolongkan sebagai seni main, seni baik, dan seni pendengaran. Kepada banyak orang di banyak kebudayaan musik adalah sebagian penting cara hidup mereka.Greek filsuf dan filsuf kuno India menegaskan musik sebagai nada diperintahkan secara horisontal sebagai lagu dan vertikal sebagai keselarasan. Pepatah biasa seperti “keselarasan bola” dan “adalah musik ke telinga saya” menunjuk kepada maksud bahwa musik sering diperintahkan dan menyenangkan mendengarkan ke. Tetapi, ke-20-abad penggubah John Cage berpikir bahwa bunyi yang mana pun bisa menjadi musik, mengatakan, misalnya, “ada bukan bunyi, hanya baik.” [2] Menurut musicologist Jean-Jacques Nattiez, “batas antara musik dan bunyi ialah selalu secara kultural definedwhich menunjukkan bahwa, dalam satu masyarakat pun, batas ini selalu tidak melewati tempat sama; di pendek, ada jarang mufakat….” … Di samping semua rekening tidak ada konsep universal tunggal dan antar-budaya yang menegaskan musik yang mana mungkin, kecuali bahwa ‘baik lewat waktu’.

0 komentar:

Posting Komentar